Riset produk… Yup… Adalah sebuah proses yang harus dijalani saat kita mau berjualan baik Offline maupun online. Tahap awal dan paling krusial menurut saya, lebih dari pada riset targeting, ads copy, ads image, pixel, dll

Sebagai contoh ya, saat kita memutuskan jualan di niche tertentu. Katakanlah fashion, lalu kita persempit lagi di fashion muslim, persempit lagi fashion muslim perempuan / akhwat, persempit lagi fashion muslim perempuan bagian atas, yup… kerudung atau yang lebih sering di sebut hijab.

Karena kurangnya pengetahuan dan informasi dari produk tersebut, maka saya memutuskan untuk menjual kerudung paris model segi empat. Mulai Cari-cari supplier, motif, foto, dll. Barulah proses selanjutnya bikin fanpage, website, pasang iklan, dll.

Beberapa hari iklan jalan, ko ga ada yang beli ya, bahkan yang tanya-tanya pun ga ada. Setelah di analisa targeting dan angle udah pas, materi iklan juga oke, landing page udah ciamik, ko ga ada beli ya….

Cobalah renungkan kembali, mungkin produknya yang ga ada nilai jual, mungkin ada nilai jualnya, tapi kalah dengan yang lain. Jika memang ini terjadi sama anda, coba lain kali riset produk lebih mendalam, cari produk yang mempunyai nilai lebih, mempunyai value added. Nilai jual suatu barang bukan hanya terletak pada barang itu sendiri, bisa terletak pada fungsi, design, bahan, dll

 

Experience

Memang dalam dunia Digital Marketing terutama Online Shop, akan susah menambahkan / membuat experience sebagai value added. Tapi ini sebagai contoh aja bahwa sekarang ini banyak yang jualan bukan hanya sekedar jualan.

Chef di Ginza Teppanyaki sedang beraksi

Minggu kemaren saya makan di sebuah restoran yang bernama Ginza Teppanyaki di PVJ Bandung, kenapa makan disitu? ya karena belum pernah, jadi saya penasaran masakan disitu. Ternyata pas masuk bukan kaya restoran biasa yang cuman kursi dan meja untuk makan, lha,,,, di meja makannya ada tempat buat orang masak.

Sama waiters-nya saya di kasih buku menu, dan saya pun memilih beberapa menu, ga lama ada chef (tukang masak) dateng dan menyapa, trus bahan makanan yang tadi saya pesen di anter ke meja dan chef nya bertanya…

Bapak tadi yang pesan menu A, Ibu menu B, dan ade menu C ya. Untuk bapa dan ibu masakannya mau pedas atau gimana?

Setelah ngobrol-ngobrol sebentar sama chef-nya, dan dia pun segera memainkan pisau dan spatula-nya. Disini saya merasa pengalaman yang beda saat mau makan, pas dia lagi masak juga di tanya lagi maunya kita gimana.

Sementara chef nya masak saya berfikir bahwa yang di jual disni adalah pengalaman, dimana pengalaman makan disini berbeda dengan restoran lain, tanpa mengesampingkan rasa dari masakannya (masakannya enak ko 😁 )

Sekarang ini banyak banget restoran yang fokus utamanya bukan di masakan atau makanannya, tapi di experience. Entah dari segi tempat yang instagramable, ambience / suasana, kostum waiters, cara penyajian, dll. Karena para pengusaha kuliner tersebut paham betul jika bersaing hanya mengandalkan menu, makanan, atau rasa akan sangat sulit.

 

Convenience

Saat mengikuti Workshop Photography for Online Shop

Jaman sekarang semua orang pengen serba mudah, gampang, ga ribet. Maka convenience / kemudahan bisa menjadi value added suatu produk yang akan kita jual. Sebagai contoh Hijab Instant, hijab instant lebih mempunyai nilai jual daripada hijab biasa yang model segi empat. Karena ada kebutuhan dimana akhwat harus buru-buru pergi, pengen yang simpel, yang baru ber-hijab ga susah makenya. Nah akhwat type ini akan lebih memilih hijab instant karena mudah dan cepat di pakai dari pada hijab segi empat biasa,

Jadi coba deh direnungin, gedean mana segmentasi hijab segi empat biasa sama hijab instant?

Dari kedua contoh di atas, saya rasa sudah cukup jelas. Bahwa kita sekarang kalau mau jualan ga bisa asal pilih produk, harus di pikirin bener-bener apa nilai jual dari produk yang kita tawarkan? Apa kelebihannya dari produk kompetitor? Yang masih dropship sih kalau ga laku tinggal cari produk lain, paling rugi waktu dan biaya iklan aja. Lha kalau anda yang produksi barang sendiri dan ga mikirin value added dari produk yang anda bikin, mau rugi berapa banyak?

Terlepas dari masalah rezeki dan jodoh, jangan menyepelekan riset produk ya 😁. Soalnya ga sedikit dari member Mentoring Toko Online saya juga yang ternyata banyak salah dalam hal riset produk.

DAFTAR UNTUK BERLANGGANAN ARTIKEL

Silahkan masukan email aktif anda, InshaAllah bermanfaat dan ga kirim-kirim spam  icon-smile-o  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to a friend